Kamis, 01 Januari 2009

Ketahanan Ekonomi Syariah thd Krisis Global

Ketahanan Ekonomi Syariah thd Krisis Global
Oleh : Hendro Wibowo

Beberapa bulan lalu di tahun 2008, tengah melanda hampir seluruh dunia berimbas terutama negara super power didunia yaitu Amerika Serikat telah mengalami krisi yang sangat dahsyat berupa financial crisis. Krisis ini merupakan krisis yang terhebat sepanjang sejarah disebabkan karena sistem kapitalisme yang merupakan gunakan mengalami goncangan yang sangat dahsyat. Dimulai dari bangkrutnya bank raksasa Lehman Brothers dan perusahaan finansial raksasa Bear Stearns. Beberapa saat sebelumnya, pemerintah Amerika terpaksa mengambil alih perusahaan mortgage terbesar di Amerika; Freddie Mac dan Fannie Mae Sementara Merrill Lynch mengalami kondisi tak jauh beda hingga harus diakuisisi oleh Bank of America. Terakhir perusahaan asuransi terbesar AIG (American International Group) menunjukkan gejala kritis yang sama. Ini disebabkan karena pola transaksi yang mereka gunakan adalah berbasis bunga. Dari data dibawah pada saat suku bunga turun ditahun 2002 menuju tahun 2003 bahkan puncak pada tahun 2004 suku bunga menjadi 1 %. Masyarakat amerika berbondong-bondong untuk melakukan tranksaksi melalu kredit perumahan dengan tingkat suku bunga yang sangat rendah.
Padahal kalau kita lihat, negara Amerika (penduduk amerika) yang berbasis sistem kapitalisme yang akan memiliki perumahan dengan kredit, dalam kondisi terlalu memaksakan diri. Lihat saja national income amerika jauh lebih kecil dibandingkan dengan hutang yang dimiliki, bisa dikatakan berarti amerika bukan negara yang berproduktif. Menunjukkan bahwa amerika merupakan negara yang paling besar memiliki hutang luar negeri. Bahkan banyak penduduk yang tidak memiliki penghasilan ikut mengambil dan tergiur dengan kredit perumahan (mortgage) dikarenakan sistem bunga yang sangat rendah.
Hal ini sangat jelas sekali bahwa transaksi di negara adidaya tersebut bukan berdasarkan sektor riil sehingga roda perekonomian berputar melainkan hanya berbasis sektor financial saja yaitu di pasar keuangan baik pasar modal maupun pasar uang yang notabene berbasis riba dan gharar. Sehingga berdampak meluas keseluruh dunia. Lihat saja Pasar modal di Amerika Serikat, Eropa dan Asia segera mengalami panic selling yang mengakibatkan jatuhnya indeks harga saham pada setiap pasar modal. Bursa saham di mana-mana terjun bebas ke jurang yang dalam. Pasar modal London mencatat rekor kejatuhan terburuk dalam sehari yang mencapai penurunan 8%. Sedangkan Jerman dan Prancis masing-masing ditampar dengan kejatuhan pasar modal sebesar 7% dan 9%. Pasar modal emerging market seperti Rusia, Argentina dan Brazil juga mengalami keterpurukan yang sangat buruk yaitu 15%, 11% dan 15%.

Bagaimana Ekonomi Syariah menyikapi
Ada beberapa langkah dan peranan yang dapat dijalankan dari sistem yang ada. Sebelumnya kita harus sepakat terlebih dahulu bahwa penyebab krisis ini adalah sistem kapitalisme yang diterapkan sehingga berdampak kepada perekonomian yang didalamnya sangat erat sekali berkaitan dengan unsur suku bunga (interest), adanya unsur spekulasi (gharar & maysir), pasar keuangan.
Dari sinilah kita bisa mengantisipasi bahwa ekonomi Islam dapat diterapkan dan dapat menghadang badai krisis keuangan yang melanda di dunia Internasional. Pertama, menghapuskan sistem bunga dari segala transaksi keuangan yang ada dalam suatu sistem, karena menurut beberapa analisis salah satu penyebab krisis keuangan global diamerika adalah adanya kebijakan tingkat suku bunga yang rendah. Rendah atau tinggi, hal ini merupakan hal yang mustahil bahwa segala aktivitas cenderung mendapatkan return yang tetap (fix) dan tidak berisiko. Inilah yang menjadi kritik bagi sistem ekonomi islam, sebagai alternatifnya adalah menerapkan sistem profit sharing (bagi hasil). Dalam hal ini, transaksi syariah baik dalam perbankan maupun keuangan lainnya harus berdasarkan sistem bagi hasil.

Kedua, dalam kebijakan fiskal aktifitas yang dilakukan harus mendukung aktifitas riil domestik; dan penentuan jenis serta tingkat pajak yang merangsang sekaligus melindungi aktifitas riil domestik & Kebijakan yang mendorong UMKM karena kontribusinya pada penyerapan tenaga kerja dan output ekonomi. Upaya pada program-program sosial dan pembiayaan/kredit mikro akan sangat dibutuhkan. Ini merupakan basis activity dari sistem ekonomi Islam, terutama menggerakkan sektor riil. Kita bisa lihat sekarang negara cina dan india memiliki PDB yang tinggi cina sebesar 9,7 dan India 7,9 dibandingkan dengan negara lain (Sumber: IMF, WEO October 2008), karena negara tersebut lebih fokus pada pengembangan sektor riil untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Kalau kita tinjau dalam negeri Indonesia memiliki potensi yang sangat besar jika UMKM tersebut dikembangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya sinergi antara lembaga keuangan yang berbasis syariah dengan umkm yang ada. Dimana jumlah umkm Indonesia sekitar 43 juta umkm dan yang paling besar sebanyak 90% adalah Usaha kecil dan mikro artinya usaha tersebut dapat dijangkau baik lembaga keuangan mikro syariah maupun perbankan syariah, sehingga lembaga keuangan syariah dapat berperan dalam pendanaan usaha. Sehingga sektor riil bisa terus eksis dan berkembang.

Ketiga, dalam kebijakan moneter yaitu pasar keuangan baik pasar uang dan pasar modal harus dijalankan sesuai dengan sistem ekonomi Islam. Memang pada dasarnya pasar modal dan pasar uang merupakan jantung dan sentral pelaku keuangan dan sangat wajar jika dikatakan sebagai jantung kapitalisme dan dalam sistem inilah krisis keuangan global disebabkan. Oleh sebab itu karena ini merupakan suatu sistem dan sudah sangat kuat, sehingga peranan dalam sistem ini bagaimana ekonomi Islam dapat berperan yakni mewujudkan teknis transaksi di secondary market betul-betul menghindari transaksi seperti transaksi derivatif dan menghilangkan motif spekulasi seperti transaksi short selling.

Lebih secara rinci dalam gambar diatas merupakan langkah teknis dalam transaksi di pasar keuangan yang berbasis dalam sistem ekonomi Islam. Dalam pasar modal (secondary market) kebutuhan penghapusan sesuai syariah yang sangat rentan mengalami unsur spekulasi seperti : short selling dan margin trading. Dan dipasar uang juga demikian. Intinya adalah transaksi yang diperdagangkan harus jelas aset riilnya (underlying aset).
Mudah-mudahan ini dapat dijalankan sesuai dengan prinsip syariah dan semua pihak dapat mendukung kebijakan tersebut.
Wallahu’alam.

1 komentar:

Sell Tiket mengatakan...

Baru dari selltiket.com,
untuk semua agen selain anda
bisa menjual tiket pesawat dan tiket kereta api
sekarang anda juga dapat melakukan pembayaran :
PLN, Pembelian pulsa, Pembayaran Telkom,
pembayaran multifinance ADIRA, BAF, MAF, MEGA WOM.
Gabung sekarang juga di http://agen.selltiket.com